SHORT STORIES

I have written some short stories. These are my other little world. These stories are just my imagination. They are not a part of my life story. They are just a fantasy.

1. De Bryum (Juara III Lomba Menulis Cerpen Universitas Negeri Malang, 2007. Dimuat di Koran Pendidikan dan Sketsa Magazine volume 9)

2. Impian di Puncak Borobudur (Juara II Lomba Menulis Cerpen Universitas Negeri Malang, 2008)

Denting-denting gamelan yang terdengar dari dalam ruangan lebar itu menggema keras. Suara peking-ku melengking di antara suara-suara yang lain. Suara gong yang memekakkan telinga seakan tak mau kalah dari ketukan bonang- barong yang teratur. Saat melirik seorang pemukul gendang di belakangku, terlihat jelas dia begitu menikmati gerakan tangannya. Seorang pemain saron barong di sampingku malah kelabakan menyesuaikan pukulan tangannya dengan pemain saron barong yang lain. Sedangkan pemain gender terlihat begitu profesional, walaupun suara yang dihasilkannya tak berpola.

3. Merajut Impian Bengkalis (Dimuat di Koran Pendidikan)

Langkah kaki kecilku yang menyusuri tepian Pantai Rupat Utara, disambut meriah oleh sehamparan pasir kasar. Butiran putih itu berkilau terkena cahaya matahari yang baru muncul di ufuk timur. Ombak di ujung sana bergelombang menendang-nendang deretan perahu nelayan yang berjajar di pinggir pantai. Gelombang raksasa itu seolah tak rela melihat para nelayan menyinggahi daerahnya.

4. Batavia: Paris van Indonesia (2008)

Gerimis.

Titik-titik hujan bening tampak riang menghujani permukaan bumi yang kering. Butiran-butiran air dingin itu berkilau indah seperti berlian di bawah cahaya matahari sore yang redup. Di atas permukaan tanah, sekelompok titik-titik itu lalu bersatu, menggenang tenang. Jika tak sengaja sang surya menyinarinya, maka akan terlukis beberapa lapis garis warna yang elok di permukaan langit.

5. Kidung Sahabat (2009)

Matahari yang menggantung tepat di atas kepala serasa mendidihkan udara. Udara siang bercampur tak merata dengan udara dalam ruang pembuatan gamelan. Hawa hasil percampuaran keduanya terasa begitu panas. Kobaran api yang membara dalam tungku untuk membakar logam gamelan pun membuat udara semakin keruh dan menyesakkan. Rasanya hari belum mencapai puncaknya, tapi udara sudah hampir menyaingi panasnya dasar neraka.

6. Cerita Di Balik Cerita (2009)

Lembar depan sebuah buku itu bergerak pelan dihembus angin pagi. Permukaanya mengkilap ditimpa cahaya dari celah jendela. Menampakkan gambar seorang gadis berkursi roda yang duduk di balik jendela kaca. Wajah muram atas sebuah beban kehidupan terpancar pada parasnya. Perlahan tanganku mengusap wajah gadis dalam buku itu. Sebelum pikiranku melayang pada kisah di dalamnya, aku pun bergegas meraih buku itu dari atas meja dan berjalan ke luar ruangan.

7. Cetak Tua Sebuah Kota (2009)

Sebuah delman berjalan menyusuri jalanan Kota Jepara yang lengang. Gerakan dua rodanya tampak seirama dengan langkah seekor kuda yang menariknya. Sesekali, kuda tua itu berhenti sejenak, namun tangan seorang kusirnya ternyata lebih cekatan untuk memukulkan sebuah cemeti pada punggung kuda itu, sehingga kuda itu tak sempat berhenti lama. Dan pada setiap tapak kaki kuda atau pada putaran roda delman itulah, kembali terbuka kenanganku tentang sebuah kota.

8. Hijaiyah (2010)

Sepenggal seruan membangunkan alam. Aku terbungkam oleh ketakjuban. Sejenak terpesona harmoni nada.

Setiap sore, kunikmati seruan seorang muazin dari masjid seberang. Suaranya adalah perpaduan sempurna antara ketegasan dan kelembutan yang berjalan seirama. Kedua komponen itu beradu nyaring memenuhi sudut-sudut masjid yang lengang, juga lorong-lorong jiwa yang kosong. Sekalipun aku sama sekali tak mengerti arti setiap kalimat itu, entah mengapa aku senang sekali mendengarkannya.

9. Romansa Jam Romawi (Juara I Lomba Menulis Cerpen Story Teenlit Magazine, 2011. Dimuat di Story Teenlit Magazine edisi 28)

Dentang jam romawi adalah bunyi yang paling kubenci.

Sepanjang awal musim penghujan tahun itu, hampir setiap sore aku bertemu dengan seorang pemuda pembawa kanvas di bawah tempat berteduh di seberang sekolah. Setiap hari hujan selalu turun. Setiap kali aku berdiri di sana, tak lama kemudian pemuda itu muncul. Dan kami menantikan hujan mereda bersama, hingga akhirnya lonceng jam romawi raksasa di belakang kami berdentang tiga kali. Itu selalu menjadi pertanda bahwa pemuda itu harus segera pergi.

10. Filosofi Pelangi (2011)

Bianglala. Aku ingat, dulu Kak Hasta selalu menyamakanku dengan tujuh garis warna di langit yang ajaib itu. Ia bilang aku selalu penuh warna. Ia juga bilang bahwa aku adalah karakter yang penuh kejutan dan tak mudah diduga. Mengenalku seperti menantikan garis langit misterius yang kadang muncul setelah gerimis. Sebuah penantian panjang untuk menunggu langit menyelesaikan tangis.

11. Lukisan Gereja Merah (2011)

Seharusnya aku tidak naik gerbong kereta api terakhir.

Pagi yang dingin di sebuah kota asing. Sepertinya matahari hari itu terlambat membangunkanku. Aku berlari-lari kecil memasuki Stasiun Kereta Api Probolinggo yang tampak klasik itu. Beberapa orang berjalan berlalu-lalang saling tak mengenal. Seorang petugas perempuan di balik loket penjualan tiket sedang bersiap-siap hendak meninggalkan mejanya. Tak ada seorang pun yang mengantre di sana. Sepertinya aku memang terlambat terlalu lama.

12. Diskuilibrium Musim Dingin (2011)

Apa yang kamu pikirkan tentang salju?

Sampai sekarang aku masih belum bisa menerka isi otakmu. Kamu pergi terlalu cepat, bahkan sebelum aku sempat menanyakan pertanyaan pertamaku itu padamu. Yang aku tahu, kamu adalah penakluk salju yang sangat ulung. Kamu bisa berselancar menerjuni bukit-bukit bersalju Bernese Alps dengan sangat bebas, seolah pegunungan bersalju itu memang rumahmu. Kamu bisa muncul sekilas di depanku dan mendadak menghilang begitu saja di balik bukit bersalju dengan cepat. Dan yang paling kusuka, caramu mengajari anak-anak kecil berselancar itu terlihat sangat tulus.

13. Disharmoni Waktu (2011)

Jangan salahkan aku kalau mendadak aku terbangun karena suara gamelanmu.

Suara apakah yang terdengar paling indah di telingamu? Kicauan burung di pagi hari? Deru mesin pesawat terbang yang akan mendarat? Atau tetesan air hujan yang berjatuhan satu persatu dari ujung genting? Kalau kamu bertanya padaku, maka jawabannya pastilah suara gending-gending gamelan. Aku selalu menikmati suara alat musik tradisional yang terdengar mendamaikan itu. Di setiap suara gamelan itulah aku menemukan keajaiban.

14. Musim yang Merindukan Semi (2011)

Pasuel senja. Pasuel-pasuel yang terlewat oleh masa. Andai mesin waktu benar-benar ada, aku akan kembali ke memori lama. Surat-surat tanpa nama itu tak akan terlupa.

15. Lukisan Flamboyan (2011)

Lelah aku berdiri di sini setiap hari. Sejak kecil hingga sedewasa ini, berdiri seorang diri. Mengakar begitu dalam, kuat mencengkeram butiran-butiran tanah di bawah kaki. Penanda waktu hanyalah perguliran musim yang terus berganti. Dan teman, adakah seorang saja yang mau menemaniku di sini? Hanya semilir angin, setia menemani dalam sepi.

16. Buku Dongeng (2011)

Dongeng adalah kisah yang diceritakan bunda setiap malam, sebelum terlelap bersama lelah. Ia pernah berkata padaku suatu ketika.

7 thoughts on “SHORT STORIES

  1. tyas, apa yang judulnya filosofi pelangi (2011) pernah dimuat di media masa? aku merasa kayaknya pernah baca, apalagi nama tokohnya hasta. oh iya salam kenal. kita sudah kenal di facebook, di project buku barengan sama niken. semoga kita jadi tambah dekat.😀

    • Tyas Effendi says:

      Halo, ini Galuh?
      Iya, yang Filosofi Pelangi pernah dimuat di Majalah Kawanku.
      Makasih udah mampir ke blog aku ya, ntar aku mampir ke rumah maya kamu juga.
      Lanjut yuk, buat proyek novel Niken😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s