BOOK REVIEWS

I love reading! Reading is the best way to understand the whole world. I love reading anything, both fiction and non-fiction; novel, magazine, newspaper, tabloid, biography, memoir, or even handbook. Here are my book reviews.

Being Normal Is Not That Easy

Judul : Normal Girl

Penulis : Molly Jong-Fast

Adakah parameter yang bisa digunakan untuk mengukur tingkat kenormalan kita? Setiap orang memiliki karakter yang berbeda. Ada yang berkarakter melankolis, ada yang koleris, ada yang sanguinis, dan masih banyak yang lain. Dari setiap karakter individu itu kemudian muncullah tingkatan-tingkatan seseorang bisa dianggap ‘normal’ atau sudah melewati batas.

Jika kita ingin mengerti gambaran kehidupan remaja Amerika dengan detail, novel ini adalah pilihan yang bagus. Kehidupan Miranda Wake menjawab pertanyaan kita tentang kehidupan mereka yang terlalu bebas dan terbuka. Miranda adalah seorang mahasiswa yang cukup populer di kalangannya. Dia adalah gadis yang mudah ditemukan di pesta-pesta. Dia juga seseorang yang punya ketergantungan tinggi pada alkohol dan narkoba.

Berbagai macam konflik dihadapi Miranda karena ‘ketidaknormalannya’ sebagai seorang gadis. Satu konflik yang paling mengganggunya adalah pertanyaan apakah ia yang telah membunuh kekasihnya atau bukan. Ia tak mengerti jawaban dari pertanyaan itu karena ia sedang mabuk oleh alkohol ketika kejadian itu terjadi. Klimaks konfliknya sendiri terjadi ketika akhirnya Miranda harus menjalani proses penyembuhan di panti rehabilitasi.

Molly Jong-Fast berhasil menciptakan setiap karakter tokohnya dengan sempurna. Karakter Miranda sebagai seorang gadis dengan kehidupannya yang kacau sangatlah kuat. Karakter ibu Miranda dan teman-temannya tergambar dengan jelas. Selain itu, penjelasan setting tempat yang cukup mendetail membuat kita mudah membayangkan gambaran kehidupan para tokoh.

Molly punya selera humor yang tinggi. Membaca novel ini bahkan bisa menaikkan mood yang sedang buruk. Novel ini ditulis dengan gaya bahasa khas teen-lit yang ringan dan kocak. Menekuri setiap halamannya seperti benar-benar sedang mendengarkan seorang remaja bercerita. Kisahnya mengalir dengan ringan dan akan membuat kita tak sabar untuk segera sampai pada halaman terakhir.

Sebuah perjuangan seorang gadis untuk keluar dari kehidupan kacaunya hingga bisa menjadi seseorang yang normal bukanlah pekerjaan mudah. Novel ini diakhiri dengan ending yang mengesankan. Setelah membaca paragraf penutupnya, kita akan tersenyum sendiri, menyadari betapa normal dan berharga kehidupan kita jika dibandingkan dengan sebuah kisah yang baru selesai kita baca.

Kisah Kriminal-Romantis Di Balik Pembunuhan Berantai

Judul : Metropolis

Penulis : Windry Ramadhina

Jumlah halaman : 300 halaman

Cetakan : Kesatu, April 2009

Penerbit : Grasindo

 “Anak Muda, ini cuma perseteruan yang biasa terjadi antarmafia narkotika. Kau perhatikan harga shabu belakangan ini? Melangit! Ini bisnis, Bram. Mereka menyingkirkan pesaing untuk menaikkan harga.”
Itu yang dikatakan oleh Moris ketika tujuh orang dari dua belas bos mafia narkotika di Jakarta terbunuh satu per satu. Barangkali Moris benar. Tapi jumlah tersebut terlalu besar bagi Bram maka ia mulai menduga bahwa kasus yang sedang ia tangani tidak sesederhana yang Moris pikirkan.

Rela membunuh demi ayah yang sudah mati? Itu bukan sekedar alibi di balik sebuah pembunuhan. Dalam novel ini, kematian seorang ayah bahkan menjadi latar belakang tersendiri meledaknya berbagai macam konflik hingga terjadinya pertumpahan darah.

Novel ini adalah serangkaian kisah penguakan kasus pembunuhan berantai. Bram, seorang polisi, mencoba memecahkannya. Pembunuhan berantai itu terjadi dalam Sindikat 12. Sindikat 12 sendiri adalah jaringan pengedar narkoba di Indonesia yang dulunya dipelopori oleh Frans Al, hingga akhirnya pecah menjadi dua belas setelah Frans mati dibunuh.

Satu persatu pembunuhan terjadi dengan motif-motif pembunuhan yang beragam. Selain Bram, hadir juga Miaa, seorang mantan polisi yang juga mencoba menelusuri pembunuhan yang rumit itu. Namun, konflik mulai mencapai klimaks ketika akhirnya Miaa justru–tanpa ia sadari–mulai jatuh cinta pada Johan Al, dalang di balik pembunuhan itu.

Windry berhasil menciptakan karakter setiap tokoh dalam novel ini dengan sangat kuat. Karakter Johan yang dingin, Miaa yang selalu mencoba tegar walaupun sebenarnya begitu rapuh, Bram yang selalu membuat aturan sendiri, bahkan Erik yang seorang asisten polos pun mempunyai karakter yang jelas. Penggambaran setting tempat dan suasana pun begitu mendetail.

Novel ini diakhiri dengan ending yang menyentuh. Walaupun diselesaikan dengan sebuah pertumpahan darah, namun ada sisi romantisme yang tersampaikan secara implisit. Pengorbanan yang tulus pada seseorang yang seharusnya adalah lawan, pembelaan terhadap seorang asisten, juga pembongkaran sosok yang tak terduga, semua tersusun rapi pada bagian akhir.

Walaupun merupakan sebuah novel bergenre kriminal, namun membaca Metropolis tak seperti membaca sebuah berita pembunuhan yang membosankan. Kita justru diajak ikut terlibat menarik benang merah pemecahan konfliknya. Membaca novel ini justru seperti sedang menikmati sebua karya sastra yang dikerjakan penulis kelas profesional. Novel ini begitu utuh dan dikerjakan tidak setengah-setengah. Metropolis is a masterpiece!

Menelusuri Pohon, Membaca Kehidupan

Judul : Ketika Pohon Bersujud

Penulis : Achmad Siddik Thoha

Jumlah halaman : 218 halaman

Cetakan : Kesatu, 2011

Penerbit : Pandu Aksara

Biji yang ia titipkan pada angin akan bersemi di seluruh penjuru mata angin. Biji yang ia titipkan pada air akan menyeruak tumbuh di tempat yang mungkin tidak kita bayangkan sabelumnya. Biji yang ia titipkan pada serangga akan dibawa dengan setia lalu ditempatkan di tanah terbaik yang memungkinkannya tumbuh. Mereka, biji-biji pohon yang telah dititipkan, akan terus berkembang meneruskan cinta pohon sebelumnya.

Pernahkah kita memperhatikan makhluk yang berjajar rapi di sepanjang jalan yang bernama pohon itu? Kita bahkan tak sadar bahwa pohon-pohon itu menandai umur mereka lewat pergantian musim. Kita tak pernah peduli apakah mereka sedang menggugurkan daun-daun mereka atau sedang berbunga rimbun. Padahal, setiap pohon menyimpan kisah tersendiri yang mengesankan. Mereka punya cerita masing-masing tentang kehidupan.

Buku Ketika Pohon Bersujud ini mengulas pohon dari perspektif yang berbeda. Pohon bukan sekedar makhluk yang diam dan tumbuh dengan sendirinya, tapi dibalik itu, pada setiap senti pertumbuhannya terdapat kisah yang menarik. Kita bisa membaca kehidupan dengan menelusuri batang, akar, daun, bunga, juga buah. Setiap bagian-bagian pohon itu ternyata memiliki kisah-kisah tersendiri yang penuh hikmah.

Buku ini terinspirasi dari perilaku pohon yang menyimpan banyak pelajaran. Mulai dari pohon yang baru berupa tunas, kemudian tumbuh menjadi pohon dewasa yang mempunyai banyak manfaat, bahkan sampai ketika pohon mati. Ternyata, pohon yang seolah diam itu menyampaikan pesan-pesan positif jika kita mau mengamatinya. Buku ini adalah rangkuman pelajaran tentang kehidupan yang didasarkan atas perilaku pohon-pohon itu.

Penulis yang berlatar belakang pendidikan di bidang kehutanan ini memadukan pengamatannya pada pohon baik dari sisi ilmiah maupun sisi filosofisnya sendiri. Penulis mengulas pohon dengan memanfaatkan pengetahuan dendrologinya. Dengan demikian, pembaca akan mendapat banyak wawasan tentang pohon secara biologis sekaligus pelajaran kehidupan dari pohon.

Banyak renungan yang akan kita dapatkan dari perilaku pohon. Setiap pohon menyimpan kisah kehidupan yang menarik. Kita akan diajak memandang sebuah masalah secara mendalam dan kemudian menarik penyelesaian serta hikmahnya. Dari sanalah kita akan belajar menjadi lebih cerdas dan bijaksana dalam menghadapi setiap permasalahan kehidupan.

Setelah membaca buku ini, kita akan mendapatkan dua hal yang bermanfaat. Pertama, mendapat banyak pelajaran positif dari perilaku pohon yang bisa kita refleksikan dalam kehidupan kita. Dan yang kedua, mendapat pemahaman baru bahwa mengamati pohon adalah hal yang menyenangkan. Memperhatikan pohon-pohon itu memamerkan bunga warna-warninya atau bahkan tak menyisakan sehelai pun daun pada cabangnya akan menjadi kegemaran baru, yang tanpa kita sadari, akan kita lakukan.

Demi Ibu, Kujual Negeriku

Judul buku                  : Burung-Burung Manyar

Penulis                        : YB. Mangunwijaya

Jumlah halaman          : 319

Penerbit                      : Djambatan

Cetakan                      : Ketiga belas, Mei 2004

Roman yang berjudul Burung-Burung Manyar ini adalah sebuah masterpiece yang merangkum kisah di masa revolusi Indonesia dari segi yang objektif. YB Mangunwijaya memposisikan tokoh utamanya dengan berani—memberinya karakter yang bahkan anti Republik. Tapi, justru pembangunan karakter itulah yang memberikan energi tersendiri dalam novel ini. Dari diri tokoh protagonisnya itulah, pelajaran utama dari kisah tragis ini dapat kita ambil

Setadewa, atau yang akrab dipanggil Teto, adalah seorang “anak kolong”. Ayahnya adalah seorang loitenant KNIL (Tentara Kerajaan Hindia Belanda). Sedangkan dalam diri ibunya mengalir darah Belanda. Seta mempunyai seorang sahabat masa kecil bernama Larasati atau yang biasa dipanggil Atik. Larasati sendiri adalah seorang keturunan darah biru dari ibunya yang merupakan saudara tiri Pangeran Hendraningrat dari Keraton Mangkunegaran.

Read More

Sebuah Penjelajahan Ruang dan Waktu

Judul                           : Anomali 11/7

Penulis                         : Arum Effendi

Jumlah halaman           : 155 halaman (A4)

Penerbit                       : Gramedia Pustaka Utama (insya Allah ;D, sekarang masih di tangan juri Sayembara Roman DKJ)

…selepas memandikan, mbok membalut kedua bayi dalam gedhong rapat hingga hampir seluruh tubuhnya tertutup kain batik. Leher kedua bayi itu pun tertutup kain gedhong-nya, sehingga tanda lahir keduanya tak bisa terlihat. Dan aki pun membawa salah satu dari mereka, tanpa tahu Kartini atau Kanesti-kah yang ikut bersamanya. Kelak setelah aki pergi dan tiba waktu mandi sore, mbok bisa membuka gedhong dan tahu siapa yang tinggal bersamanya.

Kisah tentang bayi kembar yang terpisah itu sudah klise. Tapi, ada yang ganjil di tanggal 11 Juli 1973 itu. Perpisahan dua bayi itu merangkum dua cerita yang rumit. Sebenarnya, keduanya terlahir dari rahim seorang bangsawan dari Keraton Surakarta, Bendara Raden Ajeng Kusumayunito. Sepasang bayi haram dari hasil persenggamaan yang tidak diinginkan wanita itu dengan seorang priyayi alit, Ki Slamet Rahardjo. Wanita itu meninggal setelah mengalami pendarahan pasca persalinan dan terpaksa meninggalkan sepasang putrinya pada dua orang yang pernah mengabdi di keraton.

Read more

Apa yang Kau Lihat di Balik Gelap?

Judul buku                : Kisah Langit

Penulis                        : Arum Effendi

Jumlah halaman        : 324

Penerbit                      : Qanita

Cetakan                      : Kesatu, 2013

 

… Kadang aku jengkel dan marah pada kehidupan. Juga pada Bunda. Dia tak lagi peduli. Bunda seharian hanya memandangi harpa yang tergolek di dalam kamar. Bunda ingin seseorang memainkannya. Kadang dia berteriak-teriak dan menangis sendiri. Ketika itu terjadi, aku lebih memilih menulikan kedua telinga. Kulepashearing aid dan kubiarkan dunia berubah menjadi bisu.

 

Ini tentang harpa, kincir angin, dan pesawat. Ini tentang Rahani Nugraha, gadis yang tak bisa memainkan harpa dengan sempurna itu, tentang Bayu Narendra yang dulu selalu menghidupkan impian tentang negeri kincir angin, dan tentang Antariksa Ganidar si penggila pesawat yang sekaligus juga fobia naik pesawat. Rahani dan Bayu memiliki hubungan baik sewaktu kecil. Mereka bersahabat dengan cara mereka sendiri. Sedangkan Antariksa sendiri hanyalah seorang pemuda asing dengan segala masa lalu panjangnya yang tak terduga.

Read more

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s