Buku Baru: Bicara Soal Waktu

Setelah melewati serangkaian proses yang cukup panjang, akhirnya telah terbit dua buku berikut ini. Kedua novel ini sama-sama memerlukan waktu yang cukup lama untuk sampai di tahap terakhir. Buku yang pertama, karena penulisnya ada tiga; sedangkan buku yang kedua, karena genre­-nya masih terbilang baru buat saya. Mari berkenalkan dua buku tersebut.

#UntukApaKauMenandaiWaktu?

Buku pertama ini adalah sebuah antologi cerpen yang saya tulis bersama dua penulis lain: Arum Effendi dan Rae Shella. Arum Effendi tak lain adalah saudara kembar saya, sementara Rae Shella adalah sahabat baik saya yang juga bergabung di organisasi yang sama dengan saya selama di Universitas Brawijaya. Kami bertiga sama-sama suka menulis—dan kebetulan juga punya beberapa cerita pendek yang menganggur di laptop masing-masing.

Cover Untuk Apa Kau Menandai Waktu?

Cover Untuk Apa Kau Menandai Waktu?

Judul buku ini kami ambil dari judul salah satu cerpen. Tidak semua cerpen dalam buku ini bicara soal waktu. Bahkan, dalam cerpen yang bersangkutan pun, pertanyaan ‘untuk apa kau menandai waktu?’ tak dijawab secara eksplisit. Penulis, yang tidak lain adalah saya, memberi kebebasan pada pembaca untuk menemukan jawabannya🙂

Antologi cerpen ini diterbitkan oleh penerbit kampus UB Press. Ada 18 cerpen di dalamnya. Meski prosesnya cukup lama, tapi hasilnya memuaskan. Saya ingat diskusi-diskusi panjang kami di depan perpustakaan UB, proses penulisan (yang kadang membuat Shella lupa mengerjakan tugas kuliah), juga serangkaian proses yang selalu membuat kami heboh sehabis keluar dari kantor UB Press.

Buku ini diriview oleh dua reviewer dengan sangat detail sebelum penerbit mengambil keputusan kelayakan terbitnya. Biasanya, pihak penerbit memberikan draft anonim pada dosen-dosen untuk meriview. Meski harusnya identitas reviewer ini bersifat rahasia, namun kami sudah berhasil membongkar salah satunya. Dari tulisannya yang puitis, kami tahu benar review itu ditulis oleh seorang dosen Sastra Inggris yang waktu itu menjabat sebagai Ketua Jurusan. Sementara, reviewer keduanya masih misterius sampai saat ini.

Banyak hal yang spesial dari antologi ini. Saya sangat menyukai ilustrasi-ilustrasi yang dibikin oleh seorang mahasiswa Seni Rupa UB. Saya juga sangat menghargai testimoni yang diberikan seorang dosen Sastra Inggris untuk buku kami di tengah-tengah kesibukannya. Intinya, buku ini benar-benar seperti sebuah jejak terakhir yang kami tinggalkan di kampus biru; sebuah penutup yang untuk masa studi kami ;D

#TentangWaktu

Buku kedua ini adalah sebuah novel yang saya kategorikan dalam genre historical romance. Buku ini masuk Time Traveler Series Penerbit GagasMedia. Ada sisi sejarah yang dalam waktu bersamaan juga bicara tentang cinta di sini. Ya, dan sesuai dengan judulnya, buku ini bercerita tentang waktu yang rumit dan terdistorsi. Pemeran utama pergi ke lintas masa, ke dimensi lain yang tak pernah diduganya.

Cover Tentang Waktu

Cover Tentang Waktu

Buku ini adalah novel kelima saya. Proses penulisannya tak mudah mengingat ini adalah kali pertama saya menulis tentang time travel. Referensinya saya dapatkan dari banyak sumber, terutama dari buku tentang Perang Bosnia 1992. Namun selebihnya, Jia Effendie, editor saya, membantu saya memoles novel ini dengan sangat baik :

Untuk tahu lebih lanjut tentang novel ini, pembaca bisa kunjungi website GagasMedia dengan link berikut http://gagasmedia.net/atikel-buku/36-articles/1388-antara-cinta-dan-perang-bosnia

11 thoughts on “Buku Baru: Bicara Soal Waktu

  1. Gara says:

    Ih, I’ll be expecting much lho kak dengan Perang Bosnia itu. Pokoknya dua-duanya buat aku, boleh yak :haha.
    Eh, give away dengan novel ini asyik kali ya… kita lanjutkan di japri saja deh kalau begitu :hoho.
    Pokoknya buat saya mesti gratis :yes!

    • Tyas Effendi says:

      Ikut give away-nya tanggal 8 April nanti di #RabuMenulis 😁 Meski kau sudah pasti dapat gratisan, sih, gar. Gapapa meramaikan aja, haha.

      • Gara says:

        Aku kepingin nyelenggarain give away sendiri sih :haha. Nantilah kita diskusi yaa. Eh, jangan lupa tanda tangan novel yang buatku, terus kirim ke Heni buat diparaf :haha.

      • Gara says:

        Boleh ya kita omongin nanti :hihi. Sip, okay! Ah, curio mah bukan lagi kepala sekolah… dia bunda ratu :haha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s