Mengenalmu Lewat Fiksi

Saya punya sebuah buku berisi 50 mimpi. Semuanya ada di sana, mulai impian terdekat sampai impian terjauh. Salah satu mimpi yang tertulis di sana adalah untuk bertemu dengan penulis Indonesia favorit saya: Windry Ramadhina. Beliau adalah sosok yang cukup berpengaruh dalam karir saya menulis. Saya memang mengenal novel ber-genre romance darinya. Awalnya, tulisan saya berjenis historal romance. Meski saya memang sebenarnya lebih suka historical romance—dan saya memang lebih menikmati proses penulisan jenis tulisan ini—tapi mencoba dunia adult romance rasanya tak bisa diremehkan. Jenis tulisan itu memperbesar kapabilitas saya dalam menulis fiksi.

Setelah perkenalan saya dengan tulisan-tulisan Windry itu, kemudian saya mencoba berkenalan via surel. Hari ini, sewaktu saya membaca kembali surel-surel itu, rasanya norak sekali waktu itu. Tapi, dari obrolan itu, akhirnya saya cukup mengenal Kak Windry. Setidaknya, dia tahu kalau ada seorang pembaca setianya di sini yang bernama Tyas Effendi. Saya juga pernah sekali mengirim prakarya buat Kak Windry setelah terinspirasi oleh prakarya-prakarya unik yang dibikinnya.

Image7254

semacam gantungan kunci yang saya kirim ke Windry Ramadhina

Meski Orange adalah novel Kak Windry yang pertama kali membuka cakrawala pengetahuan saya tentang romance novel, tapi bukunya yang paling berkesan buat saya adalah Metropolis. Novel ini adalah salah satu novel Indonesia yang menarik dan bisa dibaca berulang kali. Saya juga sempat membuat resensi buku ini dan dimuat di majalah dinding di fakultas. Resensi buku ini bisa dibaca di page Book Reviews.

Beberapa bulan kemudian, sebelum saya berangkat ke Yogyakarta untuk mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata sebulan, saya dapat kiriman buku Kak Windry dari seorang teman di komunitas baca.

Dari semua rangkaian efek yang ditimbulkan dari perkenalan saya dengan Kak Windry itulah, akhirnya muncul juga beliau di salah satu halaman dream book saya. Dan kemarin, sebelum saya berangkat ke Jakarta untuk mengikuti pelatihan Leadership Development Beswan Djarum, saya sudah mengontak Kak Windry untuk mengatur jadwal pertemuan.

Selama mengikuti pelatihan kepemimpinan di Menara Peninsula Hotel, ada sesi yang diisi seorang motivator bernama James Gwee. Gwee bilang, “Kalau Anda ingin sukses, cari dan temukan sosok yang bisa menjadi guru dalam bidang itu, Dia akan mengajari Anda dari tidak tahu menjadi tahu.” Gwee meminta semua peserta untuk menuliskan cita-cita dan nama orang yang bisa dijadikan guru tersebut. Setelah acara di Slipi selesai, saya extend ke Depok dan bertemu dengan yang bersangkutan. Saya tak menyangka juga kalau apa yang saya tulis di buku catatan hotel itu bisa terwujud dengan sangat cepat.

Saya dan Windry Ramadhina di sebuah sudut Ranah Kopi, Depok

saya dan Windry Ramadhina di sebuah sudut Ranah Kopi, Depok

Sebenarnya, kalau sudah bicara tentang kepenulisan—seperti yang biasa saya ikuti di komunitas baca di Malang—saya bisa menghabiskan waktu lebih dari lima jam. Tapi, karena waktu yang tak mengizinkan berlama-lama, jadilah pertemuan itu singkat sekali. Meski hanya sebentar, tapi bisa dibilang saya sudah cukup puas. Saya hanya berharap lain kali bisa bertemu lagi dengan beliau dan bertukar obrolan seperti kemarin.

kesan manis Windry Ramadhina di halaman dalam novel Memori yang saya bawa

kesan manis Windry Ramadhina di halaman dalam novel Memori yang saya bawa

Selain bermanfaat buat saya, ternyata pertemuan sore hangat di Ranah Kopi itu membawa manfaat baik juga buat teman saya (yang mengantar saya bertemu Windry). Selamat ya, akhirnya kamu dapat pencerahan buat tulisan kamu berikutnya.

 

5 thoughts on “Mengenalmu Lewat Fiksi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s