[inside my mind] Menjemput Waktu

Ketika aku sedang berbicara tentangku, kadang aku berpikir: aku adalah orang yang paling tak bisa diajak bersabar menunggu waktu. Waktu selalu kuanggap berjalan begitu lambat. Waktu cuma bisa merangkak dan tak pernah mau berlari. Sedangkan aku sendiri, berlari begitu cepat, mengejar detik demi detik seperti tak mau sejenak saja berhenti.

Aku mau mengejar waktu. Tapi kalender cuma kumpulan angka mati yang tak mau tahu jenuhnya aku. Yang sudah dirumuskan hitungannya sedemikian rupa, sehingga aku tak bisa apa-apa.

Aku di sini mencoba berdamai dengan waktu. Sekian bulan, menunggu musim kemarau berhenti dan digantikan musim hujan. Ya ya, aku menikmati penantianku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s