Feeling Free

Aku menyebut bulan ini musim bungur. The crape myrtle trees are blooming, showing their pink and purple flowers. Dan, di musim inilah akhirnya aku menyelesaikan novelku yang kelima. Yah, sebenarnya sudah lewat deadline. Tapi, editorku akhirnya memberiku perpanjangan waktu seminggu lagi. (walaupun pada akhirnya aku telat lagi dua hari)

Novel itu kukerjakan kurang lebih 6 minggu. Aku yang tadinya mau menikmati liburan, ternyata harus menyelesaikan novel itu, gara-gara permintaan editor. Aku sudah minta bantuan Abbas, temanku sesama penyuka fiksi, untuk mencarikan judul yang bagus. Aku minta yang ada hubungannya dengan jejak, dan rekomendasinya bikin aku nggak berhenti ketawa. Tapi, aku tertarik dengan salah satu kata. Akhirnya, aku adopsi kata itu menjadi judulku. Selaksa Rasa (Menelusuri jejak cerita kita). Sounds norak? Biar sajalah, waktu itu sudah ditungguin editor.

Image

Selain sibuk dengan finishing novel itu, kemarin-kemarin aku juga sibuk dengan banyak hal, terutama kegiatan organisasi. Santu lalu ada kegiatan Launching Majalah MIMESIS edisi 2. Lalu, dilanjutkan dengan kesibukan Open Recruitment FONETIK. Sampai malam bahkan aku masih bantu adik tingkat mengedit banner. Di tengah-tengah kesibukan itu, aku sempat diminta bantuan untuk menjadi pemateri di acara kepenulisan di Mojokerto. Karena waktunya mendadak, aku tak bisa.

Akhirnya, sekarang aku sudah bebas dari segala kesibukan itu. Mau bersantai menikmati musim bungur yang belum berlalu.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s