Sebuah Penjelajahan Ruang dan Waktu

Judul                           : Anomali 11/7

Penulis                         : Arum Effendi

Jumlah halaman           : 155 halaman (A4)

Penerbit                       : Gramedia Pustaka Utama (insya Allah ;D, sekarang masih di tangan juri Sayembara Roman DKJ)

sumber gambar: http://kototeliang.blogspot.com/2010/09/waktu-jarak-ruang-waktu.html

 

sumber gambar: http://kototeliang.blogspot.com/2010/09/waktu-jarak-ruang-waktu.html

 

…selepas memandikan, mbok membalut kedua bayi dalam gedhong rapat hingga hampir seluruh tubuhnya tertutup kain batik. Leher kedua bayi itu pun tertutup kain gedhong-nya, sehingga tanda lahir keduanya tak bisa terlihat. Dan aki pun membawa salah satu dari mereka, tanpa tahu Kartini atau Kanesti-kah yang ikut bersamanya. Kelak setelah aki pergi dan tiba waktu mandi sore, mbok bisa membuka gedhong dan tahu siapa yang tinggal bersamanya.

Kisah tentang bayi kembar yang terpisah itu sudah klise. Tapi, ada yang ganjil di tanggal 11 Juli 1973 itu. Perpisahan dua bayi itu merangkum dua cerita yang rumit. Sebenarnya, keduanya terlahir dari rahim seorang bangsawan dari Keraton Surakarta, Bendara Raden Ajeng Kusumayunito. Sepasang bayi haram dari hasil persenggamaan yang tidak diinginkan wanita itu dengan seorang priyayi alit, Ki Slamet Rahardjo. Wanita itu meninggal setelah mengalami pendarahan pasca persalinan dan terpaksa meninggalkan sepasang putrinya pada dua orang yang pernah mengabdi di keraton.

Kartini menyematkan nama van Rijn di belakang namanya setelah diasuh oleh keluarga van Rijn, sebuah keluarga berada di Leiden, Belanda. Sedangkan Kanesti akhirnya harus ‘dibuang’ oleh ayahnya sendiri ke Pulau Bali. Perpindahan pengasuhan keduanya bukan tanpa alasan. Kartini diasuh oleh keluarga van Rijn dengan latar belakang dana dan dibayangi Perang Vietnam yang rumit. Sementara Kanesti, dipindahkan ke Pulau Bali karena latar belakang romansanya dengan Yesaya, anak ‘resmi’ ayahnya sendiri.

Kartini mengukir kisahnya sendiri bersama Alpha Orion, seorang pemuda yang telah terbuang dari Uni Soviet demi mempertahankan agamanya. Pertemuannya dengan Alpha pun tak terduga, berasal dari pencarian ayah Nikolaas van Rijn. Kanesti, dalam masa kehidupannya yang baru, pada akhirnya mengenal Gusti Anjana, seorang pemahat patung dari batu cadas yang setengah gila karena ditinggal saudara kembarnya dengan alasan yang menyakitkan.

Kekuatan utama dalam novel ini adalah pengolahan setting tempatnya yang cerdas. Dari rahim hingga keraton. Dari Uni Soviet hingga Little Netherlands. Dari negeri penjajah hingga pulau para seniman. Dari pergantian latar inilah akhirnya tercipta alur yang tak datar dan monoton pula. Perpaduan keduanya, latar tempat beserta waktu dan alur yang acak membuat pembaca tak bisa menduga kejadian apa yang selanjutnya akan disuguhkan penulis.

Kekuatan lain yang mendominasi novel ini adalah penciptaan karakter-karakternya yang beragam dan kuat. Ada sepasang saudara kembar yang sama-sama menyukai dunia tari, walaupun tari yang mereka pelajari berbeda jauh karena perbedaan lingkungan yang membesarkan keduanya. Ada seorang pemuda penggila dunia langit, ada pula seorang pemuda penggila batu cadas yang tak bisa berhenti memahat batu-batu itu menjadi bentuk rupa yang beragam. Semuanya digambarkan dengan detail, segar, dan kaya.

Novel ini diceritakan dengan berbagai referensi. Tentang astronomi, tentang kehamilan, tentang tari, tentang perang, tentang banyak hal. Salah memilih kata saja akan membuat pembaca merasa risih dan digurui. Penulis sudah berhasil bermain dengan diksi hingga bisa menjabarkan kisah semua pemerannya dengan baik, walaupun ada beberapa penjelasan yang masih kaku.

Kisah ini tak berakhir dengan bertemunya sepasang saudara kembar. Pilihan ini sudah menarik. Hanya saja, ending terasa masih terlalu menggantung karena kisah mendadak diakhiri oleh penulis dengan alur yang lebih cepat daripada awal cerita. Ada akhir yang belum diceritakan untuk beberapa tokoh penting yang menjadi benang merah dalam pencarian sepasang saudara kembar tersebut.

Keseluruhan isi novel Anomali 11/7 ini membuat pembaca seperti diajak berkenala menerobos ruang dan waktu yang beragam. Setelah selesai membaca roman ini, pembaca akan merasa mengenal banyak tokoh-tokoh maya dengan pribadi-pribadi yang mudah teringat. Kisah di dalamnya bukan saja tentang pencarian, tapi juga tentang agama, nasionalisme, dan budaya. Semuanya dirangkai dengan utuh.

One thought on “Sebuah Penjelajahan Ruang dan Waktu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s