Kenalilah Pribadimu, Sahabat

Kenalilah Pribadimu, Sahabat

Sebuah papan pengumuman di seberang itu menyimpan misteri di mata kami. Seolah di sana sudah tertulis arah perjalanan hidup kami selanjutnya. Sekian banyak peserta ribut mengelilinginya. Semuanya saling dorong hanya untuk melihat, apakah nama mereka tertera di papan pengumuman itu atau tidak. Aku dan dua orang temanku berjalan dengan was-was ke sana. Sekedar melihat saja, kami sudah takut. Kami takut jika nantinya tidak mendapati nama kami di sana.

Amar menyerobot dengan paksa kerumunan itu. Ditelusurinya deretan nama yang terpampang di sana untuk sekedar menemukan nama Amar Alifian. “Aznafia, nama kamu ada!” serunya, membuatku seketika lega.

Lama temanku berada di antara kerumunan itu, tak putus asa mencari namanya dan nama Rahni, teman kami yang lain. Hingga sampai pada deretan bawah, ternyata tak juga dimukannya dua nama itu. Tapi, ia tak menyerah. Kembali ditelusurinya barisan nama itu mulai dari yang pertama. Kali ini tidak terburu-buru. Percuma, nama mereka memang tidak ada. Mereka tidak lolos seleksi.

Rahni menghela napas dengan berat. Seperti dirasakannya langit runtuh begitu saja. “Aku benar-benar bodoh. Semuanya sudah berakhir. Aku harus bagaimana lagi?”

Aku mendekati Rahni yang tampak sangat kecewa dan belum bisa menerima kenyataan itu. “Sudahlah, hidupmu tak akan berakhir hanya karena itu saja, Ni. Jangan putus asa, jangan menyerah. Pasti ada yang lebih baik,” kataku, mencoba memberinya semangat.

Amar justru sebaliknya, tampak biasa saja walaupun ia juga tak lolos seleksi. “Buat apa memikirkannya. Masih banyak tempat yang lebih baik. Aku tak akan berhenti sampai di sini,” ujarnya.

Rahni begitu lemah seperti Pohon Melur. Dacrydium beccarii. Ia begitu rapuh dengan setiap kejutan yang diberikan oleh kehidupan. Begitu mendapat sebuah kenyataan pahit saja, ia serasa akan jatuh.

Sebaliknya, Hakmal seperti Pohon Beringin yang begitu tegar. Ia bisa mengembangkan akarnya kemana saja ia inginkan. Ke tanah yang tandus atau bahkan pada batuan sekalipun. Ia begitu mengakar dengan pahit-manis kehidupan.

***

Sahabat, setiap orang memiliki pribadi yang berbeda-beda. Kuat, lemah, periang, pemarah, pemalu, pendiam, dan lain-lain. Setiap orang memiliki karakter mereka masing-masing. Sikap kita sehari-hari akan membentuk karakter kita.

Banyak dari kita yang masih belum benar-benar mengenal diri kita sendiri. Kadang kita tak menyadarinya. Kadang kita menjalani hari-hari dengan datar saja, tanpa benar-benar menikmati dan merasakannya. Jika kita masih belum memahami karakter kita sendiri, kita akan kesulitan menggali potensi dalam diri kita dan mengembangkannya.

Karena itu, kenalilah pribadimu, Sahabat. Cara yang mudah untuk mengenal diri kita bisa juga dengan memberikan refleksi sebatang pohon dalam diri kita. Misalnya seperti Rahni yang lemah seperti Pohon Melur. Atau seperti Pohon Beringin yang tegar dan kuat. Atau seperti Trembesi yang selalu memberi kenyamanan. Atau seperti Flamboyan selalu tampak ceria. Jadi, pohon apakah yang ada dalam dirimu, Sahabat?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s