Berkomunikasi dengan Alam

Berkomunikasi dengan Alam
Oleh: Tyas Effendi dan Achmad Siddik Thoha

Kota-kota kini sudah tak lagi menyisakan banyak tempat untuk tumbuhnya tanaman. Jalan-jalan semakin tebal berlapis aspal. Udara pun kian keruh oleh polusi. Tapi, teori itu seketika tak berlaku untuk sebuah rumah di sudut ibukota yang tampak begitu asri. Bunga-bunga bermekaran berwarna-warni. Kupu-kupu dan capung pun terlihat riang menyebarkan serbuk sari.

Seorang gadis tengah berdiri di antara tanaman yang menghijau itu, menyirami mereka seperti sore-sore biasanya. Bunga-bunga amarilys dengan kuntum-kuntumnya yang cerah tampak merona. Ada yang berbeda dari caranya merawat tanaman. Rupanya ada rahasia di balik rimbun kembangnya itu.

“Bunga-bungaku yang cantik, sekarang waktunya minum. Segera tumbuh dan bermekaran, ya.”

Ternyata itulah rahasia mengapa bunga-bunga itu bisa tumbuh dengan indah. Gadis itu selalu mengajak tanamannya berkomunikasi, seakan mereka mengerti bahasa manusia. Bunga-bunga itu dapat merespon apa yang dikatakan oleh si gadis. Air yang disiramkan pada tanaman itu memberikan respon positif pula.Bunga-bunga dan air menangkap pesan si gadis karena ketulusan dan kasih sayangnya menghidupkan alam.

****

Kata-kata adalah bahasa universal makhluk-Nya. Setiap makhluk memiliki cara untuk menyampaikan kata-katanya. Kata-kata antar makhluk yang sejenis biasanya sama dan saling dipahami Ketika berbeda jenis, maka sangat sulit memahami kata-kata satu sama lain.

Hewan dan manusia berbeda jenis makhluk, berbeda pula kata-katanya. Namun, ditemukan beberapa manusia yang sanggup memahami kata-kata hewan dan banyak hewan yang bisa memhami maksud dari perkataan manusia. Air, yang dianggap benda mati atau abiotik ternyata mampu memahami kata-kata manusia. Ingatlah tentang percobaan air yang dilakukan oleh Dr. Masaru Emoto. Air akan merespon ucapan manusia. Air itu ternyata “hidup”

Kata-kata bisa menjadi doa. Kata-kata yang baik akan menjelma menjadi kekuatan untuk tumbuh dan memperlihatkan keindahan karya. Kata-kata baik akan direspon positif. Kata-kata mampu menghidupkan sesatu yang “mati” menjadi hidup. Kata-kata baik akan memberi balasan kebaikan pula pada pengucapnya.

Kata-kata hakikatnya dapat dipahami oleh seluruh makhluknya. Apalagi kata-kata yang lahir dari Ayat-ayat-Nya dan keluar dari ketulusan hati dan kasih sayang. Ayat-ayat-Nya dan ketulusan adalah komunikasi lintas makhluk. Ayat-ayat-Nya yang terlantun lewat doa mengandung kebaikan untuk semua ciptaan-Nya. Ketulusan hati dan kasih sayang juga adalah bahasa semua makhluk yang sangat mudah ditangkap dan dipahami.

Sahabat, bila kata-kata kita adalah doa, maka rangkailah ia dengan indah dan terarah. Bila kata-kata kita menghidupkan yang dianggap mati, maka jagalah ia agar tidak hilang. Bila kata-kata kita dapat menumbuhkan, maka jadikan ia seperti air yang menumbuhkan dan memperindah bunga. Bila kata-kata kita dapat menyehatkan dan menyembuhkan, maka maka peliharalah ia dari pencemaran agar tetap jernih dan tulus.

Tentu saja tidak sekedar kata-kata, Sahabat. Kata-kata yang menyembuhkan, menumbuhkan, menghidupkan dan memperindah tumbuh dari pribadi yang memiliki perilaku yang indah. Orang-orang dengan seni perilaku yang menawan mempunyai potensi keberkahan atau kebaikan yang luas dalam setiap kata-katanya. Seni berkelakuan yang indah dipadu dengan seni kata yang memukau dan pegetahuan yang dalam akan melahirkan kata-kata bernilai kebaikan tinggi. Manusia yang perkataannya seiring dengan perbuatan mampu menankap bahasa alam dan berkomunikasi dengannya, tanpa sekat, tanpa batas dan tanpa halangan perbedaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s