A Wonderful Life

“Jangan takut pada kematian, tapi takutlah pada kehampaan hidup”

-Tuck Everlasting-

Setelah menonton film berjudul Tuck Everlasting bersama saudara kembarku, kami hanya dapat satu kesan: datar! Sunnguh, ternyata tak semua film mancanegara bagus. Film ini aneh. Konfliknya minim sekali dan sangat datar. Jadi, film ini bercerita tentang pertemuan dan kisah cinta antara Winifred Foster–seorang anak Inggris kaya–dan Jesse Tuck–seorang pemuda yang tinggal di hutan. Keluarga Tuck sudah hidup lebih dari 100 tahun dan akan terus hidup selamanya karena mereka meminum air keabadian dari yang bersumber dari sebuah pohon di hutan. Konflik terjadi dan Winnie harus berpisah dengan Jesse. Jesse berpesan pada Winnie untuk meminum dan suatu saat ia akan menjemputnya jika keadaan sudah membaik. Nyatanya, Winnie tak meminumnya. Ya, karena Winnie tak takut mati.

Setelah menonton film itu, aku masih juga mengomel dengan saudara kembarku: plot yang seharusnya tak maju saja, tambahan konflik, dan yang terakhir adalah tentang keberadaan kami (tak ada hubungannya dengan film). Sewaktu masih kecil, aku pernah memikirkan itu: bagaimana bisa aku ada dan menjalankan sebuah peran dalam diri Tyas Effendi? Oh well, aku masih belum berhenti memikirkannya. Terlepas dari semua itu, aku hanya berpikir bahwa hidup ini sungguh menyenangkan! Aku tak lagi takut mati ;D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s